Sebut Aku Manusia Aneh...


Hasil gambar untuk abstract background man

Aku mencoba berdiri diantara kosakata kata yang memojokkanku untuk menjadi seperti orang lain. Ambisi demi ambisi terukir setiap aku membuka kenyataan yang baru kulihat. Namun arah angin terus mengalihkannya. Bisakah aku berdiri sendiri dan berbeda dengan lainnya?

Setiap manusia terlahir dengan misi yang berbeda. Tapi misi itu masih sebuah misteri. Aku harus memecahkannya sendiri atau aku akan terhanyut dalam gelombang misi orang lain. Adakalanya juga aku terjebak dalam opini semu yang bisa menjerumuskan. Aku adalah pemecah misteri itu.

Keunikan menjadi pembeda. Aku bukan seorang yang pandai bersilat lidah demi mencapai kehebatan. Bisa saja aku bekelit demi mendapatkan kebanggan semu. Itu bukan karakterku, itu bukan keunikanku. Aku sedang mencari pembeda.

Aku adalah eksistensi tanpa eksistensi. Mengapa demi mencari sebuah kebenaran harus ada sebuah pengorbanan? Itulah mengapa aku masih menjadi manusia aneh yang tak tau pengorban seperti apa yang sudah kulakukan. Apalagi jika pengorbanan itu membawaku dalam kebimbangan. Aku berpikir aku seperti bayangan.

Sedikit saja ku bergeser dari ranah pikiranku, mungkin aku akan menjadi manusia dengan pengetahuan baru. Tiap detik ku menatap pengetahuan baru di sekitarku. Apakah itu akan merubahku menjadi manusia baru juga?

Hasil gambar untuk abstract background man

Aku terseret dalam aliran yang hening. Aku butuh sedikit tantangan untuk melemaskan otakku berpikir. Namun kenyataan tak seperti yang kuinginkan. Pernah ku berpikir untuk masuk ke dalam ruang yang luas tanpa sekat atau batas. Namun aku harus ingat aturan di setiap hayatku.

Hari demi hari kucurahkan seluruh ragaku untuk menempa kerasnya hidup. Bagianku masih saja sedikit tak juga bertambah. Ku lihat ke bawah dan aku tersadarkan olehnya. Disaat seperti itu, mataku ingin sekali meneteskan air mata, namun hatiku sudah menangis terlebih dahulu. Aku harus membuat perubahan.

Kerikil yang menghalangi langkahku masih berserakan. Mungkin setiap detik aku akan semakin menua dan menjadi tak berdaya. Bisakan aku bercerita pada penerusku tentang aku dulu dan karyaku. Aku tak tahu.

Sudah jengah aku bersentuhan dengan kehidupan normal menurut manusia normal. Manusia seperti apa diriku? Sudah berbulan-bulan menyentuh kertas yang akan menjadi sampah dan terbuang dan terbakar api kemunafikan.

Hasil gambar untuk imajinasi gambar

Pola pikirku berbeda. Bila manusia normal mempunyai fase berurut, namun aku punya fase teracak dan tak mudah ditebak. Fase itu membuatku menjadi manusia dengan pola pikir yang berbeda. Apa kalian percaya? Jika tidak, dekati saja aku dengan sentuhan pikiran yang tak normal.

Saat ini kabarku baik-baik saja. Entah esok hari kabarku menjadi apa? Namun aku yakin akan menjadi manusia dengan sebuah karya yang dapat mengubah pola pikir jutaan manusia normal. Apakah ambisiku normal atau kalian yang berpikir normal?

Sumber foto: google image

Postingan terkait:

2 Tanggapan untuk "Sebut Aku Manusia Aneh..."

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "