Kejadian Aneh !!! Pendakian Gunung Slamet via Kaliwadas, Brebes.

H -14 alias dua minggu sebelum melakukan pendakian, gw (imi), Walled dan Kumam sudah mempersiapkan peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan untuk olahraga ekstrem yang satu ini. Soal fisik dan mental mah kita udah biasa, biasa menderita.😌

Tujuan kita bertiga yakni mendaki Gunung Slamet. Sebelumnya (tahun lalu, 2016) kita sudah pernah mendaki kesana sih, cuma dulu kita lewat jalur Bambangan, Perbalingga.

Kita bertiga memang rada aneh orangnya, kenapa? Karena rumah kita bertiga di Brebes tapi pertama naik ke Gunung Slamet lewatnya dari Purbalingga.

Memang, kita bertiga sudah membentuk komunitas bernama Hiker Anpaki Independent (HAI). Dimana kita kalau mau naik gunung itu nyari sesuatu yang berbeda dan aneh, termasuk nyari jalur pendakian yang anti-mainstreim dan masih sepi dari jangkauan anak-anak pendaki "alay".skip

Gunung Slamet adalah gunung tertinggi di Jawa Tengah (3.428 mdpl) atau gunung tertinggi kedua di Pulau Jawa. Lokasinya ada di 5 kabupaten yakni Brebes, Tegal, Pemalang, Banyumas dan Purbalingga.

Konon di Gunung Slamet ini banyak sekali kisah mistis atau mitos penduduk sekitar atau cerita dari pendaki yang mengalami hal gaib atau sejenisnya, percaya atau tidak, terserah pemahaman kalian saja.. eitts..tapi gw gak akan cerita soal mistisnya, mitosnya, aura gaibnya atau hal sejenisnya karena ini bukan blog kisah misteri (kismis) mbloo...😇

Hari H - 0 Pukul 16.30 WIB. Sabtu, 28 Oktober 2017
Sabtu sore kita bertiga udah siap meluncur (minggat) dari rumah masing2 untuk menuju ke basecamp. Kita bertiga pake motor menuju ke basecamp dengan membawa tas gede2 alias keril kata rang-orang mah.

Lokasi basecamp nya ada di Dukuh Kaliwadas, Desa Dawuhan, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah.  

Perlu waktu 2 jam untuk sampai di basecamp Kaliwadas. Pas di jalan motor temen gw mogok akibat mesinnya kepanasan ditambah motor tua, dikalikan jalanan yang sangat menanjak, makanya jaraknya yang harusnya 1 jam jadi bertambah 1 jam, sama dengan 2 jam. Skip

Setibanya di Basecamp Kaliwadas, kita bertiga ngobrol2 dulu sama penjaga alias pemilik rumah yang dijadikan tempat kita istirahat. Jangan lupa sambil ngopiiiikkk mbloo..

Pukul 22.00 WIB.
Menguap adalah tandanya ngantuk dan pengen tidur. Maka siasatnya kita bertiga tidur di basecamp. Karena besok kita akan start pendakian.

H+1 Pukul 06.00. Minggu, 29 Oktober 2017. Basecamp. 
Kita udah bangun, lalu gw menuju kamar mandi untuk panggilan alami di pagi hari. Airnya yang super dingin membuat gw cuma cuci muka doang, gw gak kuat kalau mandi mah.😂


Pukul 07.53 WIB.
Kita udah kemas-kemas barang, ngopikk dan sarapan. Kita awali pendakian kali ini dengan berdoa biar semua berjalan lancar, diberi keselamatan dan tak ada halangan yang berarti.

Pukul 08.07 WIB.
Kita bertiga udah sampe di gerbang pendakian Gunung Slamet via Kaliwadas. Cuaca cerah. Menyapa petani sayuran itu wajib dilakukan, karena untuk menuju gerbang kita melewati perkebunan dengan aktivitas petani yang rajin, pagi-pagi udah sibuk diladangnya.

gerbang pendakian via kaliwadas
Gerbang pendakian
Pukul 08.32 WIB. Pos I Tuk Suci.
Kita bertiga udah sampe di Pos 1, Tuk Suci. Dari gerbang untuk ke Pos satu, trek masih terbilang gampang, soalnya kita tinggal ngikuti jalan setapak yang sudah di cor. 


Tuk Suci adalah sumber air bagi warga, dimana ada sebuah danau, air nya mengalir ke rumah-rumah ataupun buat menyirami kebun sayuran atau keperluan lainnya. Dan bila kalian lihat dari atas Tuk Suci ini sangat jernih sekali, sampe dasarnya keliatan, mirip2 Danau Kaco di Jambi sana, wonderful.
Tuk Suci
Pos 1 - Tuk Suci
Pukul 10.20 WIB. Pos II Pondok Growong.
Disini gak ada tulisan Pos II, Cuma ditandai oleh gubuk dengan disampingnya terdapat pohon besar yang tengahnya berlubang. Disini kita bertiga ngopikkkk lagi ditambah amunisi (tembakau). Disini juga kita bertemu dengan 3 sepuh warga yang akan menuju ke Sumur Penganten. Akhirnya kita ngobrol2 seputar trek jalur pendakian yang akan kita lewati, dlsb.

Pondok Growong
Pos 2 - Pondok Growong
Pukul 12.15 WIB. Pos III.
Dari Pos II ke Pos III jalur pendakian sangat rimbun oleh pepohonan kecil, jadi kita harus babat pake parang/golok biar jalurnya keliatan. Fyi, baru kali ini gw bawa golok/parang saat pendakian. Trek disini sangat jarang dilalui oleh pendaki, makanya gw paling kagum dengan trek pendakian kali ini.


Cuaca mulai berkabut, kita bertiga mulai laper, saatnya berhenti dan memasak mie. Saat sedang masak, gerimis mulai turun, selesai makan, hujan mulai mengiringi kita berjalan. Jangan lupa pake jas hujan dan raincover buat keril.
via Kaliwadas
Pos 4
Pukul 13.20 WIB. Pos IV.
Tiba Pos IV, Jujur aja gw bingung, dari Pos I ke Pos IV gw gak liat ada tulisan bahwa ini sebuah Pos. Gw Cuma dikasih tanda-tanda aja sama bapak penjaga basecamp. Hujan pun mulai reda.


Di Pos IV ini ditandai oleh sebuah gubuk yang udah mau roboh dan bocor atapnya. Trek menanjak di hiasi pepohonan tinggi menjulang dan suara burung menemani kita bertiga ke Pos IV. Ngopikkkk dan beramunisi lagi....hehe
Jalur pendakian Gunung Slamet via Kaliwadas
Jalur menuju Pos 4
Baru mau lanjut perjalanan kita mendengar suara pendaki lain, lalu kita menyapanya dengan siulan. Lalu kita bertemu dan kaget karena selama beberapa jam berjalan kita baru berjumpa dengan pendaki lain, itu juga mau turun. Akhirnya kita bersalaman dengan mereka tanpa ngobrol panjang.

Pukul 14.13 WIB. Pos V.
Nyampe di Pos V, cuaca udah mulai terang dan berkabut. Trek pendakian juga gak terlalu menanjak. Kita lanjut saja perjalanan tanpa berhenti terlalu lama mbloo...

Pukul  15.14 WIB. Pos VI.
Gw gak liat ada papan pos tapi gw tebak ini udah Pos VI. Trek pendakian masih sama, banyak pepohonan  yang menghalangi jalur. Gw babat dulu deh, biar yang belakang bisa berjalan normal. Soalnya jalur ini sangat jauh dari sapaan pendaki. Disini hujan mulai menyapa tubuh kita bertiga lagi, tidak lupa pake jas hujan lagi.

Pukul 15.59 WIB. Pos VII – igir Manis. 
Gw cuma menebak ini udah Pos VII. Hari mulai sore, kaki sudah pengen istirahat, perut mulai lapar lagi. Tapi area ini kurang cocok untuk didirikan tenda, makanya kita lanjut lagi menuju Pos VIII.

Pukul 16.40 Pos VIII – igir Tjowek.
Udahlah kita bikin tenda disini aja, cocok. Kita lepas jas hujan, lalu nyari ilalang buat dasar tenda. Serta buat aliran air dipinggir tenda. Setelah beres, kita buka tenda dan beberapa menit kemudian tenda udah berdiri. Saatnya memasukan barang bawaan ke dalam tenda. Posisi baju, celana, sepatu juga tas keril kita udah pada basah walaupun dibalut raincover dan jas hujan, wis rapopo mbloo.

Pos 8
Pos 8
Pukul 18.04 WIB. Camp.
Masakan udah siap saji. Tanpa berpikir panjang, kita bertiga melahap dengan nikmat makanan yang dibuat oleh Walled. Gw dan Kumam cuma bisa ngunyah makanan sampe perut kenyang doang.haha

Pukul 19.08 WIB. Camp.
Hal aneh kita buat. Ya, kita akan menyetrika pakaian basah. Loh emang gw bawa setrika? Nggak. Dengan sedikit ide akhirnya kita bisa menyetrika. Caranya panaskan panci di atas kompor, tunggu sampe panas, lalu angkat panci dan letakkan di atas pakaian basah tsb. Lumayan pakaian jadi ngga terlalu basah kuyup lagi. haha

Pukul 11.10 WIB. Camp. 
Lanjut tidur bersama cuaca berkabut dan gerimis syahdu. Zzzzzzzz

H+2 Pukul 06.45. Senin, 30 Oktober 2017.Camp Area.
gw bangun paling awal, lalu gw bangunin si Walled dan Kumam. Kita gak summit saat dini hari biar ngejar sunrise. Kita slow dan nikmati bangun pagi dengan secangkir kopiii panas dan amunisi. Kumpulan awan masih setia di atas pepohonan tinggi.

Pukul 08.15 WIB. Camp
Matahari mulai menyapa kita bertiga, tanpa ada sapaan dari pendaki lain. Aktivitas kita bertiga yakni menjemur pakaian, keril dan semua yang masih basah. Sambil menunggu kering, kita buat sarapan dulu.
Camp
Tempat Bertenda
Tepat Pukul 10.00 WIB. 
Kita udah siap menuju puncak alias summit. Jangan lupa berdoa semoga berjalan lancar.
summit
Menuju Puncak
Pukul 10.23 WIB. Pos IX.
Ternyata dari Pos VIII (camp) menuju ke Pos IX jaraknya ngga terlalu jauh. Lanjut lagi dibarengi hiasan bunga anggrek yang tumbuh dipohon lain. Sembari panen buah raspberry yang merah merona.
Pos 9
Pos 9
Pukul 11.32 WIB. Pos X.
Trek agak landai untuk menuju Pos X. Cuma banyak pohon yang menghalangi  jalur pendakian, sampe kita harus menunduk untuk melewatinya.
Pos 10
Pos 10
Pukul 12.20 Pos XI.
Cuaca masih berkabut dengan gerimis tipis-tipis. Gw liat hutan udah mulai jarang alias kita bisa liat langit dengan jelas tanpa terhalangi pohon-pohon gede. Stop and make a coffee for a moment mbloo. Disini kalau cuaca bagus bisa liat puncak dan batas vegetasi hutan Gunung Slamet.

Pos 11
Pos 11
Pukul 13.17Pos XII. Pelataran/Plawangan/Batas Vegetasi Hutan.
Gw bisa liat puncak Gunung Slamet sebenernya, tapi kabut masih agak tebal di Puncak. Trek nanjak dan berbatu dan berpasir siap kita lalui.
Pos 12
Pos 12 - Plawangan/Plataran/Batas Vegetasi Hutan
Wait, baru berjalan 7 menit si Walled liat ada mata air di jalur lahar. Tanpa pikir jauh, Walled turun ke bawah, gw juga ngikut deh. Kata penjaga basecamp Sumber mata air ini ada kalau lagi musim hujan. Kita beruntung sekarang kan musim hujan.
Sumber air dilingkaran merah
Setelah ngambil air yang cukup buat perbekalan. Kita taruh saja di dekat pohon, nanti pas turun kita ambil lagi.

Pukul 15.28 WIB. Puncak Gunung Slamet.
Ketika sampe di Puncak gw langsung sujud syukur. Ini adalah kali kedua gw menapaki Puncak Gunung Slamet. Si Walled dan Si Kumam juga sama ding, udah 2x kesini.😂

Puncak Slamet
Puncak Slamet
Gw sangat terharu dan bahagia bisa nyampe Puncak Gunung Slamet via Kaliwadas ini. Gw dan kedua temen gw juga beruntung, cuaca cerah pas di Puncak. Walaupun awalnya berkabut.

Kita bertiga butuh waktu 2 jam lebih dari Pos XII (batas vegetasi) ke Puncak Gunung Slamet. Trek yang sangat terjal dengan kemiringan yang hampir 70 derajat. Harus sangat berhati-hati dengan menjaga keselamatan diri. Soalnya beberapa kali gw kurang ati-ati dan hampir jatuh. Namun sayang dibeberapa spot banyak sekali vandalisme.
Trek ke puncak slamet
Trek ke Puncak
Gw pandang ke Timur disana terlihat Jalur Bambangan, kondisi sepi gak ada orang atau pendaki. Gw pandang bendera merah putih yang gagah berkibar di Puncak Surono. Sebelah Utara Jalur Guci, sebelah Selatan Jalur Baturaden. Kalau gw pandang ke bawah gw bisa liat Kawah Gunung Slamet yang sangat luas dan sedang mengeluarkan asapnya.

Kita bertiga merayakan sukses ke Puncak Gunung Slamet dengan secangkir kopi dan amunisi pabrik. Posisi gw sedang duduk sambil membayangkan perjalanan yang telah kita lalui saat berkutat di dalam hutan sampe akhirnya bisa berada di pinggir kawah Gunung Slamet.
Pinggir kawah gunung slamet
Pose dipinggir kawah mbloo
Gw harus abadikan moment yang (mungkin) hanya sekali ini terjadi dalam perjalanan hidup. Gw ambil hp jadul dari saku, lalu memotret hal-hal aneh dan keren untuk oleh-oleh dan untuk keabadian.

Sekitar 1 jam kita berada di Puncak Gunung Slamet. Waktu sudah sore dan sunset mulai menampakkan keindahan yang harus gw abadikan juga.
sunset
Sunset
Pas turun gw, Walled dan Kumam maen pelosotan karena trek turun yang berpasir dan bebatuan mirip2 kalau ke Puncak Mahameru. Ini momen asik, sambil memandang sunset di ufuk barat.
sunset
Sunset juga
Waktu tiba di Pos 11, kita bertiga mendengar adzan maghrib dari pemukiman penduduk, lalu kita bertiga berhenti dulu, cuaca sangat cerah, terlihat bintang dan bulan mewujudkan wajah aslinya yang tampan sekali.

Pukul 19.45 WIB 
Kita sampe di area camping, lanjut istirahat, kemudian masak lagi, ngobrol gaje (gak jelas), lalu tidur.

Pukul 22.15 WIB 
Gw, Walled sama Kumam nyampe sulit tidur padahal posisi tubuh kita udah masuk Sleeping Bag. Mata gw udah merem tapi gak bisa tidur, kita tidur pules itu sekitar jam 3 dinihari. Aneh.

H+3 Pukul 07.00. Selasa, 31 Oktober 2017. Camp Area.
Gw dan kedua temen gw udah pada bangun, aktivitas menjemur yang basah-basah masih berlaku, mumpung matahari udah nongol. Diselingi sarapan dan ngopikkk dan berasap ria di pagi hari jangan sampe terlewati.

Pukul 09.10 WIB.
Kita bertiga sudah siap turun gunung menyusuri hutan alami dan asri Gunung Slamet. Kondisi perbekalan kita hanya tersisa air dan amunisi (tembakau) saja. Tapi orapopo sing penting kita masih kuat berjalan saja kita udah bersyukur.

Pukul 13.20 WIB. Basecamp
Alhamdulillah, kita selamat dan nyampe di Basecamp Kaliwadas Gunung Slamet. Tidak lupa dengan membawa turun sampah.

Pada sesi penutupan ini, gw akan list hal-hal aneh selama pendakian Gunung Slamet via Kaliwadas.
  1. Pas nyampe basecamp gw gak bertemu pendaki lain selain kita bertiga, padahal weekend.
  2. Baru kali ini gw bawa golok/parang saat melakukan pendakian, karena dibeberapa spot jalur pendakian masih ketutup ilalang ataupun sejenis pohon kecil yang berduri, nyampe si Walled jadi korbannya, terus langsung bentol-bentol, gw kena, si Kumam juga kena durinya. Waktu kita bertiga tercuri untuk membabat ilalang+pohon kecil yang menghalangi jalur pendakian. Intinya kalau lewat sini kudu pake celana panjang, kaos/baju panjang, kaos tangan, sepatu.
  3. Kita bertiga baru ketemu satu kelompok pendaki lain yang pada mau turun, setelah pos IV. Setelah itu kita hanya bertiga doang nyampe puncak, bahkan nyampe turun ke basecamp kita gak bertemu pendaki lain lagi.
  4. Gw merasakan hal aneh waktu habis turun dari puncak, terus mau tidur tapi nggak bisa tidur. Si Walled dan Kumam juga sama. Akhirnya kita tidur sekitar jam 3 dinihari, padahal jam 10 malem kita udah berbaring mau tidur. Gw gak tau kenapa.
  5. Menurut gw jalur Kaliwadas ini cocok sekali buat naik gunung, karena gw mirip pendaki jaman dulu (jadul), mendaki dengan kondisi jalurnya yang masih sepi dan masih asri, dibalut dengan keindahan Gunung Slamet yang sangat mempesona.
  6. Terdapat 12 Pos, dimana tiap pos mungkin gak ada papan pos nya.
  7. Jangan ngejar sunrise mending kejar sunset aja kalau lewat sini.
  8. Kalau ditotal, jarak tempuh pendakian dari Basecamp sampe Puncak sekitar 15 jam lebih tanpa camping.
  9. Biasanya, kalau mendaki ke gunung lain, terus ketemu pendaki lain dijalan suka menyapa "mari mas/mari mbak", tapi disini gw cuma menyapa kedua temen gw doang si Walled n si Kumam (gak jelas; gaje).
    Mau nawarin kopi juga paling ke mereka berdua doang, kadang gw nawarin kopi pada langit, tenda, panci, piring, sendok, baju basah, awan, batu, dan segala sesuatu yang gak mungkin dijawab.😁
    Kalau gw lagi aneh, gw suka nanya ke pohon "Berapa menit lagi nyampe puncak hon? kok loe diem aja sih, hon?" 😂
  10. Kalau mau tau lebih banyak tentang keanehan pendakian Gunung Slamet via Kaliwadas silahkan rasakan sendiri aja, tulisan gw mungkin hanya sampe sini aja, gak bisa lebih detail. Lagian inspirasi gw buat nulis udah mentok juga..haha
Pendakian Gunung Slamet via Kaliwadas
oleh-oleh
Pendakian Gunung Slamet via Kaliwadas
oleh-oleh
Pendakian Gunung Slamet via Kaliwadas
oleh-oleh
Pendakian Gunung Slamet via Kaliwadas
oleh-oleh
Pendakian Gunung Slamet via Kaliwadas
oleh-oleh
Pendakian Gunung Slamet via Kaliwadas
oleh-oleh
Kunjungi cerita lainnya di perjalanan imi disini.

See you on the next adventure and thank you for reading...
Karena sepi terdapat banyak inspirasi...

Salam Lestari,  28-31 Oktober 2017


Trio Peak Hiker Anpaki Independent (HAI)

Postingan terkait:

16 Tanggapan untuk "Kejadian Aneh !!! Pendakian Gunung Slamet via Kaliwadas, Brebes."

  1. Mantafb genk... Jd pengen coba kaliwadas

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih bro...dicoba aja bro, jalurnya anti-mainstream bro...hehe

      Delete
  2. Your post topic is very unique and good for the readers so i am really impress so carry on for more unique post because people will follow more your site. Thanks and Again Thanks

    ReplyDelete
  3. Semangat dan kocak.. saya suka gayamu.. Mari kita nikmati puncak puncak gunung dengan senang hati

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih kakak...salam lestari...mari ngopi di puncak gunung kakak

      Delete
  4. Salut sama artikelnya sangat menarik dan menginspirasi
    Terima kasih untuk artikelnya gan, ditunggu untuk artikel berikutnya

    BandarQ
    Bandar QQ
    BandarQ Online
    Poker Online
    Domino QQ
    AduQ

    ReplyDelete
  5. Replies
    1. padahal aslinya mah agak serem karna sepi gan...hehe

      Delete
  6. Bang, basecamp kaliwadas mudah dijangkau ga sama angkutan umum?
    Jadi pengen kesana nih. Fotonya sabi bener 😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin ada mobil bak terbuka ke basecamp bro...atau ngga ngojek aja..😂

      Delete

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "